Apa itu Country-Specific Content? Pengeertian, Struktur dan Cara optimasi

Apa itu Country-Specific Content

Bincangblog.com, Country-Specific Content – Belakangan ini, strategi pemasaran tidak hanya berfokus pada cara jitu menjual produk atau jasa kepada khalayak yang lebih luas.

Seiring berkembangnya teknologi, Anda kini dituntut untuk terus bisa beradaptasi dengan rangkaian strategi-strategi terbaru.

Dalam strategi digital marketing, salah satu aspek penting untuk meningkatkan omzet bisnis adalah menjamin audiens/konsumen Anda puas dengan layanan yang Anda berikan.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk menyajikan user experience yang personal dan relevan sebagai fokus utama dalam upaya mencapai keberhasilan di dunia bisnis.

Jika berbicara mengenai peningkatan UX, salah satu pendekatan yang bisa mendukung Anda dalam mewujudkan user experience secara personal dan relevan adalah country-specific content.

Secara keseluruhan, pendekatan ini mampu memberikan user experience yang lebih relevan dengan mempertimbangkan faktor budaya, bahasa, peraturan, dan preferensi yang terdapat di wilayah tersebut.

Berbicara tentang user experience yang relevan, Google juga menegaskan bahwa relevansi menjadi salah satu faktor penilaian utama agar konten yang dihasilkan mampu menduduki peringkat teratas SERP.

Lantas, bagaimana cara yang tepat bagi sebuah bisnis untuk meningkatkan organic traffic dari country-specific content?

Sebelum mengetahui caranya, pelajari terlebih dahulu pengertian, urgensi, struktur, tantangan, serta tren ke depannya.

Apa itu Country-Specific Content?

Country-specific content atau juga dikenal sebagai localized content adalah jenis konten yang dirancang dan disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi spesifik dari suatu negara atau wilayah tertentu.

Tujuannya adalah untuk menciptakan user experience yang lebih relevan dan sesuai bagi audiens di wilayah tersebut.

Perlu dicatat bahwa strategi country-specific content lebih dari sekadar menerjemahkan konten ke dalam bahasa lokal.

Proses produksi konten ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang budaya, tren lokal, norma sosial, dan aspek lain yang mempengaruhi cara pengguna di wilayah tersebut berinteraksi dengan konten digital.

Mengapa Country-Specific Content Penting?

Salah satu kunci keberhasilan sebuah bisnis di dunia digital adalah memberikan user experience yang personal dan relevan.

Inilah mengapa country-specific content mempunyai peran penting dalam strategi pemasaran dan bisnis secara keseluruhan.

Jenis konten ini dapat mengakomodasi perbedaan budaya, bahasa, norma, dan preferensi konsumen yang ada di setiap negara atau wilayah.

Melalui country-specific content, Anda bisa memastikan pesan dan penawaran yang disampaikan dapat beresonansi baik dengan pengguna.

Tidak hanya itu, strategi produksi konten ini juga memastikan bahwa informasi yang disampaikan bersifat relevan dengan situasi lokal.

Sebagai contoh, informasi tentang acara atau promosi yang hanya berlaku di negara “A” dapat diberikan kepada pengunjung dari negara tersebut, tanpa mengganggu pengunjung dari negara lain yang tidak memiliki relevansi dengan informasi tersebut.

Selain itu, country-specific content juga bisa meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pengguna.

Ketika pengguna melihat konten yang ditampilkan dalam bahasa lokal, mereka akan merasa bahwa sebuah bisnis telah berusaha mengenali kebutuhannya.

Hal ini dapat membantu bisnis dalam upaya membangun hubungan yang lebih kuat dengan audiens.

Ketika pengguna merasa bahwa konten dan penawaran yang disampaikan relevan dengan kebutuhan dan keinginannya, maka mereka tidak akan ragu untuk melakukan pembelian atau berlangganan dengan bisnis Anda.

Penting juga untuk dicatat bahwa mesin pencari cenderung mengutamakan konten yang relevan secara lokal untuk menduduki peringkat tinggi di halaman pencarian.

Sehingga, apabila Anda ingin konten yang dihasilkan menduduki peringkat teratas search engine, maka strategi ini adalah salah satu kunci utamanya.

Dengan country-specific content, Anda dapat memaksimalkan potensi organic traffic dari negara atau wilayah tertentu secara menyeluruh.

Struktur Country-Specific Content

Menciptakan konten yang relevan dan disesuaikan dengan negara atau wilayah tertentu dapat membantu sebuah perusahaan untuk memastikan bahwa pesan mereka mencapai target audiens secara efektif serta sesuai dengan konteks lokal.

Country-specific content mampu menjadi solusi dari hal tersebut. Namun, implementasi konten ini tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Untuk itu, terdapat beberapa struktur yang perlu diperhatikan agar konten bisa memberikan user experience yang personal dan relevan.

Adapun beberapa struktur utama dalam country-specific content terdiri dari:

1. ccTLDs

ccTLDs (Country Code Top Level Domains) adalah ekstensi domain yang mengidentifikasi negara atau wilayah tertentu.

Contohnya adalah “.id” untuk Indonesia, “.uk” untuk Inggris, “.jp” untuk Jepang, dan seterusnya.

Implementasi ccTLD pada country-specific content dapat membantu mengindikasikan kepada pengunjung bahwa website tersebut telah ditargetkan untuk wilayah atau negara tertentu.

Hal ini menjadikan domain tersebut terbaca oleh algoritma mesin pencari sebagai website yang relevan dan berhak ditampilkan pada halaman pertama mesin pencarian di negara atau lokasi geografis tertentu.

2. gTLDs dan Subdomain

gTLDs (Generic Top-Level Domains) adalah ekstensi domain umum seperti “.com”, “.net”, atau “.org”.

Dalam struktur country-specific content, Anda bisa menggunakan gTLDs dengan menambahkan subdomain yang menunjukkan negara atau wilayah tertentu.

Subdomain sendiri adalah bagian dari domain utama yang digunakan saat membuat halaman blog.

Sebagai contoh adalah domain “id.bincangblog.com”. Domain ini menunjukkan bahwa subdomain tersebut ditargetkan untuk pengunjung di Indonesia.

3. GTLDs dengan Subdirektori

Selain subdomain, Anda juga dapat menggunakan gTLDs dengan subdirektori
untuk mengatur konten yang disesuaikan dengan negara atau wilayah tertentu.

Misalnya, “www.bimcangblog.com/id” akan menunjukkan bahwa subdirektori dibuat untuk konten yang ditargetkan untuk Indonesia.

4. Hreflang Tags

Ketika membuat country-specific content, Anda perlu memperhatikan berbagai bahasa yang digunakan di negara tersebut.

Penggunaan subdomain atau subdirektori hanya akan menargetkan geografis negara tertentu, bukan penutur bahasa yang berbeda.

Hreflang tags merupakan solusi yang tepat dari permasalahan di atas. Tag ini berfungsi untuk menginformasikan mesin pencari dan pengunjung tentang konten yang sesuai dengan bahasa dan negara tertentu.

Cara ini sangat efektif untuk membantu mesin pencari memahami hubungan antara berbagai versi konten dalam berbagai bahasa atau negara.

Dengan menggunakan hreflang tags, Anda bisa memastikan pengunjung dari berbagai negara atau wilayah diarahkan ke versi konten yang paling relevan untuk mereka.

5. Konten

Bagian yang paling krusial dari struktur country-specific content adalah konten itu sendiri. Setelah mengatur domain, subdomain, atau subdirektori yang sesuai dengan wilayah tertentu, Anda juga perlu memastikan konten yang disajikan relevan dan sesuai dengan audiens lokal.

Terdapat beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan ketika menyajikan sebuah konten untuk wilayah tertentu.

Mulai dari penggunaan bahasa yang tepat, pemahaman budaya dan norma setempat, serta keberadaan informasi yang relevan bagi pengunjung dari wilayah tersebut.

Tantangan Country-Specific Content

Meskipun memberikan manfaat dalam meningkatkan relevansi dan efektivitas campaign marketing, namun mengelola country-specific content mempunyai beberapa tantangan yang perlu diatasi.

Di bawah ini merupakan beberapa tantangan utama dalam mengelola country-specific content:

1. Akurasi Data Lokasi

Salah satu tantangan utama adalah memastikan akurasi data lokasi. Kesalahan dalam menentukan lokasi akan mengakibatkan pengunjung diarahkan ke konten yang salah atau tidak relevan. Sehingga, dapat menurunkan user experience.

Terdapat beberapa cara untuk menentukan lokasi pengunjung dengan tepat, seperti melalui IP address, pengaturan bahasa browser, hingga implementasi API geolokasi.

Melalui cara-cara tersebut, Anda bisa memastikan konten yang disajikan kepada pengunjung sesuai dengan lokasi mereka.

2. Preferensi Pengunjung

Setiap negara atau wilayah memiliki preferensi yang berbeda dalam hal konten, desain, ataupun bahasa.

Oleh karena itu, Anda perlu mengidentifikasi preferensi pengunjung dengan benar dan menyesuaikan konten sesuai dengan ekspektasi lokal.

Terkadang, preferensi ini juga dapat berubah seiring waktu. Sehingga, Anda perlu melakukan tindakan pemantauan dan penyesuaian secara berkala.

3. Hukum

Masing-masing negara atau wilayah mempunyai hukum dan peraturan yang berbeda-beda.

Maka dari itu, Anda perlu memastikan setiap konten yang diproduksi telah mematuhi standar dan aturan hukum sesuai masing-masing negara wilayah.

4. Performa dan Skalabilitas

Mengelola konten yang disesuaikan dengan negara atau wilayah dapat berdampak pada performa dan skalabilitas sebuah website.

Pasalnya, konten tambahan untuk setiap negara juga dapat berpengaruh terhadap waktu loading halaman, user experience, bahkan kemampuan website dalam menangani traffic yang lebih besar.

Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terstruktur dan terencana dalam mengelola performa dan skalabilitas.

Salah satu caranya adalah dengan mengoptimalkan kode dan infrastruktur website menggunakan tool dan teknik, seperti caching dan CDN (Content Delivery Network) untuk meningkatkan performa website.

Tren Country-Specific Content

Jika ingin memenangkan persaingan di era digital, maka Anda tidak boleh tertinggal oleh tren yang berlaku.

Dengan mengikuti tren yang berkembang, Anda dapat memperbesar peluang country-specific content agar mudah dinavigasi oleh target audiens.

Adapun beberapa tren di masa depan mengenai implementasi country-specific content, yaitu:

1. Penggunaan AI dan Machine Learning

Salah satu tren dalam pengembangan country-specific content adalah penggunaan teknologi AI (Artificial Intelligence) dan machine learning.

Kedua teknologi ini mempunyai kemampuan analisis data yang bisa membantu identifikasi preferensi dan perilaku konsumen di berbagai negara atau wilayah.

Dengan menggunakan artificial intelligence dan machine learning, Anda dapat menyesuaikan konten dengan cara yang lebih tepat dan efektif.

2. Personalisasi dan Targeting

Anda bisa mengumpulkan data mengenai preferensi lokal, sejarah pembelian, dan perilaku pengguna untuk menyajikan konten yang paling relevan bagi setiap negara atau wilayah.

Cara ini dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen di berbagai belahan dunia.

3. Integrasi dengan Teknologi

Saat ini, sebagian besar platform dan content management system (CMS) telah terintegrasi dengan berbagai tool dan teknologi yang mendukung pengembangan country-specific content.

Alhasil, terjadi peningkatan dalam pengelolaan dan pemantauan country-specific content, sehingga Anda dapat berfokus pada strategi konten yang lebih matang.

4. Peningkatan Data Privasi

Seiring dengan semakin ketatnya regulasi privasi data seperti GDPR (General Data Protection Regulation), Anda juga harus mempertimbangkan aspek perlindungan privasi dalam pengembangan country-specific content.

Dalam hal ini, Anda perlu memastikan bahwa country-specific content telah sesuai dengan regulasi yang berlaku di berbagai wilayah target.

Cara Mengarahkan Traffic Country-Specific Content

Mengarahkan traffic ke country-specific content merupakan langkah penting dalam upaya menjangkau audiens lokal dan berinteraksi secara lebih efektif.

Untuk melakukannya, terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan, seperti:

1. Ekstensi Nama Domain

Penggunaan ekstensi nama domain spesifik untuk negara atau wilayah tertentu dapat membantu Anda mengidentifikasi konten yang ditargetkan secara geografis.

Misalnya, penggunaan “.id” untuk Indonesia atau “.uk” untuk Britania Raya.

Selain itu, ekstensi domain yang relevan dengan suatu negara atau wilayah juga dapat memberikan petunjuk kepada pengunjungbahwa konten tersebut disajikan untuk mereka.

2. Targeting Geografis Google Search Console

Google Search Console adalah tool gratis dari Google yang dapat digunakan untuk mencari traffic di berbagai wilayah.

Melalui tool ini, Anda dapat mengatur area yang akan ditargetkan dan membantu mendapatkan traffic dari wilayah tersebut.

Berikut adalah tata cara penggunaan fitur penargetan wilayah di Google Search Console:

  • Login ke Google Search Console
  • Klik penargetan internasional di bagian tool dan report

3. Lokasi Server Hosting

Perlu diketahui bahwa lokasi fisik server hosting juga dapat mempengaruhi mesin pencari dan pengunjung dalam menghubungkan website dengan negara atau wilayah tertentu.

Hosting website di server yang berlokasi di negara target dapat membantu memperkuat relevansi konten dengan audiens lokal.

Jika Anda ingin mendapat traffic di negara lain tanpa mengganggu performa website di negara lokasi fisik server hosting, maka implementasi CDN merupakan pilihan yang tepat.

Keberadaan CDN menyebabkan IP address dan bot mesin pencari bisa menentukan lokasi server Anda, sehingga mempercepat loading website di berbagai wilayah.

Backlink dari sumber relevan dapat membantu mendorong dan mendatangkan traffic yang lebih sesuai dengan konten Anda.

Dalam konteks country-specific content, Anda bisa membangun country-specific backlink dari website berkualitas tinggi di wilayah yang ditargetkan.

Sebagai contoh, jika target audiens Anda berada di Inggris, cobalah untuk mendapatkan lebih banyak backlink dari website yang berbasis di Inggris.

Dengan begitu, website akan mendapatkan otoritas dan kredibilitas di mata mesin pencari dan audiens lokal.

5. Targeting Tingkat Konten

Selain menargetkan negara atau wilayah secara umum, Anda juga dapat menargetkan tingkat konten yang lebih spesifik.

Misalnya, jika memiliki konten yang lebih relevan dengan kota atau provinsi tertentu, Anda dapat menyasar audiens di tingkat tersebut dengan menambahkan nama wilayah tersebut di bagian title dan meta description.

Selain mendukung konten Anda menjadi keyword-targeted, strategi ini juga akan memberikan sinyal yang jelas bahwa konten tersebut menargetkan wilayah tertentu.

6. SEO Lokal Melalui Google My Business

Cara satu ini cocok digunakan apabila Anda mempunyai bisnis fisik berupa toko. Untuk melakukannya, Anda dapat memasukkan informasi-informasi bisnis seperti alamat, nomor telepon, dan sebagainya ke Google My Business.

Dengan begitu, Google bisa menemukan lokasi bisnis Anda.

7. Submit Website ke Mesin Pencari dan Direktori Lokal

Selain mesin pencari seperti Google, pastikan juga untuk mengirimkan website Anda ke mesin pencari lokal dan direktori bisnis yang populer di negara atau wilayah target.

Cara ini akan membantu dalam meningkatkan visibilitas dan backlink di tingkat lokal.

Menggunakan Google Trends juga dapat membantu Anda memahami tren pencarian yang sedang populer di negara atau wilayah target.

Sesuaikan konten dengan tren yang sedang berkembang di wilayah tersebut, sehingga Anda bisa menarik traffic yang lebih banyak dari audiens lokal.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai country-specific content, mulai dari pengertian, urgensi, struktur, tantangan, tren, serta cara mengarahkan traffic.

Melalui country-specific content, Anda bisa berkomunikasi dengan audiens lokal secara lebih menyeluruh, membangun hubungan yang kuat, serta meningkatkan visibilitas serta peringkat di halaman pencarian organik.

Untuk memaksimalkan strategi digital marketing, Anda juga dapat mengkombinasikan country-specific content dengan strategi SEO yang terstruktur dan terencana.

Dengan menerapkan pendekatan ini, Anda bisa memberikan user experience yang unik dan relevan kepada pengunjung dari berbagai negara atau wilayah serta menciptakan dampak positif untuk pertumbuhan bisnis.

Sebagai solusi jitu, Anda dapat menggunakan Jasa SEO untuk membantu tindakan optimasi mesin pencari. Sehingga, Anda bisa mendorong pertumbuhan bisnis agar semakin maju dan gemilang.