Apa Itu Hreflang? Pengertian, Contoh dan Cara Menggunakan Hreflang

Apa Itu Hreflang

Bincangblog.com Saat ini, banyak website dan perusahaan ingin menjangkau audiens internasional dengan menyediakan konten dalam berbagai bahasa.

Namun, dalam melakukan pengoptimalan multi-bahasa, seringkali terjadi kesalahan dalam penggunaan hreflang.

Hreflang sendiri adalah atribut HTML yang digunakan untuk memberi tahu mesin pencari tentang hubungan antara halaman yang sama dalam bahasa yang berbeda.

Kesalahan dalam penggunaan atribut ini dapat menyebabkan masalah indexing
dan peringkat website di halaman pencarian organik. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kesalahan tersebut.

Lantas, bagaimana cara menggunakan hreflang yang benar?

Sebelum mengetahui caranya, yuk kita pelajari terlebih dahulu pengertian, contoh struktur, serta cara penggunaan hreflang yang benar.

Apa Itu Hreflang?

 

Hreflang adalah atribut HTML mempunyai fungsi untuk menginformasikan
mesin pencari seperti Google mengenai hubungan antara halaman yang sama, namun memiliki bahasa yang berbeda.

Penggunaan atribut ini sangat penting untuk memastikan mesin pencari dapat mengenali serta menampilkan halaman yang sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh pengguna.

Peran hreflang khususnya penting bagi website dengan konten yang ditargetkan untuk audiens internasional dan menyediakan berbagai pilihan bahasa.

Fungsi Hreflang untuk SEO Website Multibahasa

Atribut HTML ini memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dalam mengoptimalkan SEO untuk website multibahasa, yaitu:

1. Menghasilkan User Experience Optimal

Ketika sebuah website beroperasi dalam beberapa bahasa untuk menjangkau audiens internasional, penting untuk memberikan user experience yang optimal dan sesuai dengan preferensi bahasa mereka.

Misalnya, ketika seseorang mencari kata kunci tertentu dalam bahasa Spanyol, Anda ingin memastikan halaman dalam bahasa Spanyol yang muncul di halaman pencarian, bukan halaman dengan bahasa Inggris atau yang lain.

Hreflang membantu mengarahkan mesin pencari untuk menampilkan halaman yang sesuai dengan bahasa preferensi pengguna, sehingga meningkatkan user experience dan mengurangi bounce rate.

2. Mencegah Duplikat Konten

Ketika Anda berencana menyediakan konten dengan menggunakan bahasa Inggris untuk dua wilayah berbeda, maka dibutuhkan dua URL yang berbeda pula dengan hreflang di dalamnya.

Tanpa penerapan cara tersebut, Google akan menganggap konten tersebut sebagai duplikat.

Hal ini disebabkan karena mesin pencari selalu berusaha menyajikan hasil yang relevan dan bervariasi kepada pengguna.

Oleh karena itu, munculnya halaman yang sama dalam berbagai bahasa dapat dianggap sebagai konten duplikat dan mengurangi kesempatan halaman tersebut muncul di SERP.

Melalui hreflang, Anda bisa menginformasikan mesin pencari bahwa halaman dalam bahasa yang berbeda adalah sama dan ditujukan untuk audiens yang berbeda.

3. Mengoptimalkan Target Pencarian

Keberadaan hreflang pada sebuah website memungkinkan mesin pencari untuk menargetkan pengguna di wilayah tertentu dengan menampilkan hasil pencarian yang sesuai dengan bahasa yang mereka gunakan.

Hal ini akan meningkatkan peluang untuk menarik lebih banyak organic traffic dari wilayah tersebut.

4. Meningkatkan Peringkat di SERP

Dengan mengatasi masalah konten duplikat dan memberikan konten yang relevan untuk pengguna di wilayah yang berbeda, hal ini akan membantu meningkatkan user experience dan peringkat website di SERP.

Hal ini bisa terjadi karena mesin pencari akan lebih menghargai dan merekomendasikan website dengan kualitas yang lebih baik.

5. Mengoptimalkan Konversi

Pengguna cenderung lebih nyaman dan berinteraksi dengan konten yang mereka pahami sepenuhnya.

Dalam hal ini, Anda harus menyediakan konten yang relevan dalam bahasa yang dipahami oleh pengguna di wilayah tertentu.

Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan tag hreflang pada website.

Contoh Struktur Hreflang

Agar hreflang dapat berjalan dengan optimal, maka dibutuhkan struktur yang tepat untuk mengatur atribut tersebut di halaman-halaman website multibahasa.

Berikut adalah beberapa contoh struktur hreflang yang biasa digunakan:

1. Hreflang untuk Dua Bahasa

<head> <link rel=”alternate” hreflang=”en” href= “https://bincangblog.com/en/” /> <link rel=”alternate” hreflang=”es” href= “https://bincangblog.com/es/” /> </head>

Pada contoh di atas, halaman website tersebut memiliki dua versi bahasa, yaitu bahasa Inggris (en) dan bahasa Spanyol (es).

Penggunaan tag hreflang di atas akan memberi tahu mesin pencari bahwa halaman bincangblog.com/en/ sama atau sama dengan halaman bincangblog.com/es/ dalam bahasa yang berbeda.

2. Hreflang untuk Beberapa Negara dengan Bahasa yang Sama

<head> <link rel=”alternate” hreflang=”en-us” href= “https://bincangblog.com/en-us/” /> <link rel=”alternate” hreflang=”en-uk” href= “https://bincangblog.com/en-uk/” /> <link rel=”alternate” hreflang=”en-au” href= “https://bincangblog.com/en-au/” /> </head>

Pada contoh diatas, website bincangblog.com mempunyai versi bahasa Inggris yang ditargetkan untuk tiga negara yang berbeda, yaitu Amerika Serikat (en-us), Inggris (en-uk), dan Australia (en-au).

Dengan menggunakan tag hreflang yang sesuai, mesin pencari akan mendapatkan informasi bahwa ketiga halaman tersebut sama tetapi ditargetkan untuk pengguna yang berada di negara berbeda.

3. Hreflang untuk Bahasa dan Region yang Berbeda

<head> <link rel=”alternate” hreflang=”en” href= “https://bincangblog.com/en/” /> <link rel=”alternate” hreflang=”en-gb” href= “https://bincangblog.com/en-gb/” /> <link rel=”alternate” hreflang=”es” href= “https://bincangblog.com/es/” /> <link rel=”alternate” hreflang=”es-es” href= “https://bincangblog.com/es-es/” /> </head>

Contoh di atas memperlihatkan bahwa halaman website bincangblog.com memiliki dua bahasa yang berbeda, yaitu bahasa Inggris (en) dan bahasa Spanyol (es) serta versi bahasa yang ditargetkan untuk negara tertentu, yaitu Inggris (en-gb) dan Spanyol (es-es).

Penggunaan tag hreflang dimaksudkan agar mesin pencari tahu bahwa halaman-halaman tersebut sama dalam bahasa yang berbeda dan ditargetkan untuk wilayah yang berbeda.

Cara Menggunakan Hreflang

Penggunaan hreflang sangat penting dalam mengoptimalkan website multibahasa karena membantu mengoptimalkan SEO, seperti mengatasi isu duplikat dan memastikan konten relevan dengan pengguna di wilayah yang berbeda.

Berikut adalah cara menggunakan Hreflang:

Cara ini dikenal sebagai metode yang paling mudah dilakukan apabila dibandingkan dengan yang lain.

Hal ini akan memberi tahu mesin pencari tentang versi bahasa lain dari halaman tersebut.

Walaupun begitu, dibutuhkan banyak waktu untuk melakukannya. Hal ini disebabkan karena Anda harus menambahkan hreflang ke bagiandi setiap halaman.

Maka dari itu, cara ini cocok digunakan pada website yang mempunyai pilihan bahasa yang terbatas.

Berikut adalah contoh penggunaan hreflang dalam link dihalaman:

<head> <link rel=”alternate” href=”https://bincangblog.com/” hreflang=”x-default” /> <link rel=”alternate” href=”https://bincangblog.comen/” hreflang=”en” /> <link rel=”alternate” href=”https://bincangblog.com/es/” hreflang=”es” /> <link rel=”alternate” href=”https://bincangblog.com/fr/” hreflang=”fr” /> </head>

Pada contoh di atas, terdapat atribut hreflang yang menunjukkan bahwa ada tiga versi bahasa dari halaman tersebut, yaitu Inggris (en), Spanyol (es), dan Perancis (fr).

Di samping itu, juga terdapat link alternatif dengan atribut hreflang=”x-default” untuk menunjukkan versi default dari halaman tersebut.

2. Header HTTP

Selain menambahkan link dihalaman, Anda juga dapat menggunakan header HTTP untuk menginformasikan mesin pencari tentang versi bahasa dari halaman.

Cara ini cocok digunakan apabila website memiliki konten dengan format PDF, DOC, atau file non-HTML lainnya.

Berikut adalah contoh header HTTP dengan menggunakan hreflang:

Link: <https://bincangblog.com/>; rel=
 “alternate”; hreflang=”x-default”,
 <https://bincangblog.com/en/>; rel=
 “alternate”; hreflang=”en”,
 <https://bincangblog.com/es/>; rel=
 “alternate”; hreflang=”es”,
 <https://bincangblog.com/fr/>; rel=
 “alternate”; hreflang=”fr”

3. XML Sitemap

Opsi ketiga yang bisa dilakukan untuk mengimplementasikan hreflang adalah dengan menggunakan XML sitemap.

Untuk menggunakan cara ini, Anda harus menambahkan elemen dengan atribut untuk mencantumkan informasi bahasa yang ditargetkan.

Berikut adalah contohnya:

https://www.example.com/

Kesalahan Penggunaan Hreflang

Kesalahan dalam penggunaan hreflang dapat menyebabkan masalah dalam indexing halaman multibahasa oleh mesin pencari.

Oleh karena itu, kenali kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam menggunakan atribut tersebut:

Kesalahan ini terjadi ketika Anda menggunakan tag hreflang di halaman A untuk merujuk ke halaman B, tetapi Anda tidak menambahkan tag hreflang di halaman B untuk merujuk kembali   ke halaman A.

Dalam tag hreflang, setiap baris kode atribut HTML ini harus mereferensikan halaman lain dengan kode yang sama pada setiap halaman yang dirujuknya.

Hal ini bertujuan untuk memberi tahu mesin pencari bahwa halaman A sama dengan halaman B dalam bahasa atau wilayah tertentu.

Apabila website multibahasa mempunyai return link tanpa hreflang, maka mesin pencari bisa menolak, mengabaikan, atau salah menafsirkan link yang disediakan.

Oleh karena itu, pastikan kode dan link selalu konsisten di semua halaman.

2. Kode Bahasa Salah

Semua atribut hreflang harus menggunakan format ISO 639-1 pada semua kode bahasa. Misalnya, kode “en” untuk bahasa Inggris serta “es” untuk bahasa Spanyol.

Apabila kode bahasanya salah, mesin pencari tidak akan mengenali dan memberi peringkat dengan benar.

3. Canonical Tag Hilang

Hreflang harus selalu digunakan bersama dengan canonical tag untuk menunjukkan versi halaman utama atau asli.

Apabila canonical tag hilang, mesin pencari akan kesulitan dalam menentukan halaman yang harus dilakukan proses indexing.

Terlebih lagi, hal ini bisa mengakibatkan semua versi halaman website tidak bisa melalui proses indexing.

Kondisi ini bisa terjadi karena tag ini berguna untuk menginformasikan mesin pencari halaman pilihan untuk dilakukan indexing.

4. Halaman Terblokir

Jika terdapat halaman website terblokir, maka hreflang yang ada didalamnya akan diabaikan oleh mesin pencari.

Oleh karena itu, pastikan halaman website Anda tidak terblokir dengan memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut:

Tidak mempunyai halaman dengan tag hreflang yang tercantum dalam file robots.txt.
Tidak menggunakan tag noindex pada plugin yang dirender di dekat bagian atas halaman.

Cara terbaik untuk mencegah kesalahan ini adalah dengan memastikan tidak ada kode yang ditambahkan sebelum atau di antara tag pembukadan tag penutup.

5. Encoding Bahasa Berbeda

Website multibahasa biasanya mempunyai encoding bahasa yang mencantumkan jenis konten di bagian header.

Dalam penggunaan hreflang, encoding harus digunakan secara konsisten.

Misalnya, Anda menggunakan “en” untuk kode bahasa Inggris di sebuah halaman website, pastikan untuk tetap menggunakannya di halaman lain yang menggunakan bahasa Inggris.

Apabila hal ini tidak Anda lakukan, mesin pencari akan mengalami kebingungan, sehingga mereka akan menghasilkan indexing yang salah.

6. Tidak Ada “x-default”

Tag “x-default” berguna untuk menginformasikan Google mengenai tempat mengarahkan traffic ketika tidak ada hreflang yang digunakan.

Melalui tag ini, mesin pencari bisa menemukan halaman yang tepat untuk pengguna, meskipun halaman tersebut tidak mempunyai hreflang di dalamnya.

Google sendiri merekomendasikan penggunaan tag “x-default” untuk memberi sinyal kepada algoritmanya mengenai halaman default ketika tidak ada pilihan lain yang lebih cocok.

Dari sini, dapat diketahui bahwa keberadaan tag “x-default” sangat penting dalam sebuah website.

Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan tag ini agar audiens bisa diarahkan ke website atau halaman yang tepat serta memungkinkan mengirimkan pesan di luar wilayah yang ditentukan.

7. Penggunaan URL Relatif

Perlu Anda ketahui bahwa tag hreflang hanya bisa digunakan pada URL absolut dan tidak bisa dipakai pada URL relatif.

Hal ini bisa terjadi karena jenis URL ini tidak bisa menunjukkan kepada bot crawler halaman website yang harus dilakukan crawling.

Agar Anda bisa memahaminya dengan lebih baik, berikut tampilan URL absolut dan relatif:

  • Contoh URL absolut:
    https://bincangblog.com/example
  • Contoh URL Relatif
    bincangblog.com/example/example

8. Default Domain di Bahasa yang Sama

Apabila Anda mempunyai beberapa domain untuk bahasa yang sama, misalnya, bincangblog.com untuk bahasa Inggris dan bincangblog.es untuk bahasa Spanyol, pastikan untuk menggunakan tag hreflang yang tepat untuk menunjukkan hubungan antara halaman yang sama di domain yang berbeda.

Kesalahan ini terjadi ketika Anda menambahkan link hreflang untuk setiap versi bahasa ke suatu halaman, namun halaman tersebut kemudian secara terus-menerus digunakan untuk mengalihkan pengguna dari satu versi bahasa ke versi bahasa lainnya.

Contohnya, Anda mempunyai tiga versi bahasa dari sebuah halaman, yaitu Inggris (en), Spanyol (es), dan Perancis (fr).

Ketika seorang pengguna mengunjungi halaman dalam bahasa Inggris, dia dialihkan ke halaman bahasa Spanyol.

Namun, ketika dia kembali ke halaman bahasa Inggris, dia kembali dialihkan ke halaman bahasa Spanyol.

Hal ini akan menyebabkan pengguna kebingungan karena mereka tidak dapat mengakses konten dalam bahasa yang mereka inginkan.

Di samping itu, kesalahan ini dapat menyebabkan masalah indexing oleh mesin pencari serta mempengaruhi peringkat website di halaman pencarian.

Untuk menghindarinya, pastikan pengguna Anda dapat mengakses konten dalam bahasa yang sesuai dengan preferensi mereka tanpa dialihkan ke versi bahasa lain secara terus-menerus.

Penutup

Demikian pembahasan pada e-book seputar hreflang mulai dari pengertian, peran, contoh struktur, cara penggunaannya yang benar, hingga kesalahan yang  msering terjadi ketika menggunakannya.

Dari pembahasan di atas, dapat diketahui bahwa hreflang adalah elemen penting dalam m pengoptimalan website multibahasa.

Dengan menggunakan hreflang secara tepat dan efektif, website dapat melalui proses indexing mesin pencari dengan baik. Oleh karenanya, website bisa menjangkau audiens internasional dengan lebih efisien dan efektif.

Meskipun demikian, hreflang bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan peringkat di halaman pencarian.

Masih terdapat faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti domain authority, search intent, dan sebagainya.

Pada implementasinya, strategi ini harus dilakukan pemantauan dan perbaikan secara berkala agar bisa memberikan hasil yang maksimal.